Bahaya MSG Bagi Kesehatan
Posted on Wednesday, October 17, 2012
|
No Comments
Masih banyak bahan-bahan alami pengganti MSG sebagai penyedap rasa
Kebiasaan menambahkan penyedap dan penguat rasa pada makanan sudah tak dapat dihilangkan dari perilaku sehari-hari. Kita pasti mengenal Monosodium Glutamate (MSG) atau vetsin, yang memang membuat makanan terasa lebih sedap, gurih dan membuat ketagihan. MSG, zat aditif yang paling terkenal di dunia pertama kali ditemukan di Jepang sejak tahun 1909. Selain murah, MSG efektif sekali untuk menguatkan rasa pada makanan.
Sebenarnya terdapat dua jenis MSG, yaitu alami dan buatan. MSG buatan
berpotensi membuat gangguan kesehatan dan justru paling banyak beredar
di pasaran. Penggunaan MSG kadang tersembunyi dengan beberapa nama di
balik label makanan. Meski ada tulisan 'protein hidrolisat' atau
'rempah-rempah', belum tentu makanan tersebut tidak mengandung MSG dalam
komposisinya.
Menurut WHO, batas aman konsumsi MSG bagi orang dewasa adalah 0-120 mg
per kg berat badan. Atau sekitar dua sendok teh untuk orang dengan berat
badan 50 kg. WHO sendiri tidak merekomendasikan bayi di bawah umur 12
minggu untuk mengonsumsi MSG. Anak-anak yang kebanyakan mengonsumsi MSG
atau vetsin, akan kekurangan hormon thyroxin dan parathyroid yang
berdampak negatif ke pertumbuhan tulang dan perkembangan tubuh. Hal
tersebut karena tubuh kehilangan kalsium dan fosfor.
Dampak negatif penggunaan MSG secara berlebihan pada makanan, diantaranya :
- Alergi. Sebagian kecil konsumen bisa merasakan reaksi hipersensitif. Penelitian memang tidak menunjukkan kalau glutamat bukan senyawa penyebab yang efektif, namun kemungkinan besar kalau gejala itu ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti Gama Amino Butyric Acid (GABA), serotonin dan histamin.
- Kanker. Tanpa ditambah MSG pun, hasil masakan berprotein bisa membentuk senyawa karsinogenik kalau dipanaskan dengan suhu lebih tinggi dan waktu yang lama. Hal ini karena asam amino penyusun protein seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin dapat mengalami prolisis.
- Kelumpuhan akibat penumpukan asam glutamat di jaringan sel otak.
- Gangguan lambung, gangguan tidur, mual-mual, hipertensi, asma, diabetes, sakit kepala, mulut kering, dan penurunan kecerdasan.
Sebenarnya masih banyak bahan-bahan alami pengganti MSG sebagai penyedap
rasa. MSG dapat diganti dengan gula pasir, bawang putih, kaldu ayam
atau sapi, sosis sapi, atau bubuk hasil dari tumbukan makanan laut
seperti udang, teri atau ebi.
